Mengenal Properti

Properti menunjukkan kepada sesuatu yang biasanya dikenal sebagai entitas dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif. Bentuk yang utama dari properti ini adalah termasuk real property (tanah), kekayaan pribadi (personal property) (kepemilikan barang secara fisik lainnya), dan kekayaan intelektual.

 

Dalam bidang ilmu sosial, seringkali istilah properti ini digunakan sebagai “suatu kelompok hak” dan ditekankan bahwa properti adalah bukan merupakan suatu hubungan antara manusia dan barang, namun lebih merupakan hubungan antara “penghargaan manusia atas barang”.

 

Hak dari kepemilikan adalah terkait dengan properti yang menjadikan sesuatu barang menjadi “kepunyaan seseorang” baik pribadi maupun kelompok, menjamin si pemilik atas haknya untuk melakukan segala suatu terhadap properti sesuai dengan kehendaknya, baik untuk menggunakannya ataupun tidak menggunakannya, untuk mengalihkan hak kepemilikannya. Beberapa ahli filosofi menyatakan bahwa hak atas properti timbul dari norma sosial. Beberapa lainnya mengatakan bahwa hak itu timbul dari moralitas atau hukum alamiah (natural law)

 

Hak kepemilikan properti modern mengandung suatu hak kepemilikan dan hak penguasaan yang merupakan milik dari suatu perorangan yang sah, walaupun apabila perorangan tersebut bukan merupakan bentuk orang yang sesungguhnya. Misalnya pada perusahaan, dimana perusahaan memiliki hak-hak setara dengan hak warga negara lainnya termasuk hak-hak konstitusi, dan oleh karena itulah maka perusahaan disebut sebagai badan hukum.

 

Properti biasanya digunakan dalam hubungannya dengan kesatuan hak termasuk :

  1. Kontrol atas penggunaan dari properti
  2. Hak atas segala keuntungan dari properti ( misalnya “hak tambang”, “hak sewa”)
  3. Suatu hak untuk mengalihkan atau menjual properti
  4. Suatu hak untuk memiliki secara eksklusif

 

Sistim hukum telah berkembang sedemikian rupa untuk melindungi transaksi dan sengketa atas penguasaan, penggunaan, pemanfaatan, pengalihan dan pembagian properti, dimana sistim tersebut termasuk dengan yang biasa dikenal dengan istilah kontrak (perjanjian). Hukum positif menegaskan hak -hak tersebut dan untuk menghakimi dan melaksanakan penerapannya maka digunakan suatu sistim hukum sebagai sarananya.

 

Pada esensinya, properti adalah hak untuk memiliki sebidang tanah atau bangunan dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya sehingga menjadi sebuah asset. Sebagai salah satu  bentuk asset properti termasuk dalam kategori harta tidak bergerak.

 

Properti tentu mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terjadi di penjuru dunia. Sehingga pembahasan properti tidak hanya terbatas pada objek properti yang berupa tanah atau bangunan, namun juga mencakup aspek legal, kenotariatan, bahkan sisi bisnis dari properti itu sendiri. Karena seperti yang kita ketahui, properti adalah salah satu bentuk asset investasi yang trend harganya selalu naik dari tahun ke tahun.

 

Investasi dalam properti memiliki tingkat safety yang tinggi, jadi jika anda memiliki “dana menganggur” yang cukup banyak, tentu akan lebih aman jika disimpan dalam bentuk properti daripada dalam bentuk tabungan ataupun deposito.
“Properti adalah bisnis yang solid. Kalau kita main saham, deposito, reksa dana, kita tidak memegang bukti fisiknya. Tapi di properti, kita pegang bukti fisiknya. Yang jelas lebih secure dan limited.” — Bong Chandra (CEO PT Perintis Triniti Properti) —

 

*Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Properti , http://properti.kompas.com/

2 thoughts on “Mengenal Properti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s